Tips Memulai Bisnis Hijab

Tips Wirausaha - Bagaimana cara Memulai Bisnis Hijab? Kemunculan komunitas hijabers lima tahun belakangan ini sangatlah booming, tidak dapat dipungkiri ternyata kemunculan komunitas-komunitas ini turut mengerek bisnis penjualan hijab. Hal ini diiringi dengan munculnya para desainer hijab dari yang menggarap pasar kelas menengah bawah hingga kelas atas.

Untuk kelas menengah atas, nama-nama desainer, seperti Dian Pelangi, Jenahara, Irna Mutiara, dan Ria Miranda tentu sudah tak asing di telinga. Mengusung masing-masing ciri khas, para desainer tersebut sangat sukses menggarap pasar kelas menengah muslim di Tanah Air. Bahkan, sebagian karya mereka juga cukup berhasil menembus pasar Internasional. Tidak hanya pasar menengah atas muslim ternyata yang cukup menjanjikan, beberapa karya hijab untuk kelas menengah bawah dengan harga cukup terjangkau juga sangat diminati.

Apakah Anda berminat untuk berbisnis jilbab? Tidak ada kata terlambat, dan yang paling penting jangan pernah takut bersaing walau sekarang pasaran hijab sangatlah banyak.

Tips Memulai Bisnis Hijab

Tips Memulai Bisnis Hijab

1. Tentukan konsep

Ketatnya persaingan di dunia bisnis hijab dan baju muslim, maka Anda wajib menyiapkan konsep produk. Hal ini penting dilakukan apabila Anda ingin membuat brand sendiri. Konsep bisa ditentukan sejak dimulainya segmen pasar dan harga, desain, pilihan bahan dan warna, serta kanal pemasaran (offline atau online), pengemasan dan strategi pemasaran. Hal-hal tersebut umum dilakukan bagi para pebisnis di bidang fashion.

Misalnya, Ria Miranda yang identik dengan desain hijab formal berwarna pastel, atau Jenahara dengan koleksinya yang mayoritas berwarna hitam.


2. Kenali pasar

Dalam industri fashion, penentuan konsep di awal akan sangat ditentukan oleh segmen pasar yang akan disasar. Pada umumnya, pengelompokan segmen pasar  di industri mode terdiri dari 4 jenis, yakni adibusana (haute couture), siap pakai (ready to wear), pasar massal, dan yang terbaru eco fashion (ramah lingkungan). Apabila adibusana lebih mencirikan produk fashion yang mewah, rinci, dan ekslusif, sementara yang siap pakai harganya jauh lebih terjangkau dan dapat ditemukan di butik-butik pada umumnya. Sedangkan, pasar massal menyediakan pilihan fashion lebih luas lagi dan lebih mungkin untuk dijangkau konsumen rata-rata. Terakhir, eco fashion lebih menitikberatkan pada praktik produksi yang layak,  berkesinambungan dan ramah lingkungan.


3. Memulai produksi

Anda bisa memulai proses produksi dari pembuatan sketsa desain. Apabila Anda bukan lulusan sekolah desain, Anda bisa menempuhnya melalui kursus singkat. Dalam pembuatan sketsa termasuk penentuan bahan yang digunakan dan target harga produk yang dijual.

Kedua, memastikan tukang pola dan jahit. Ketiga, menyaring produk di mana Anda perlu memastikan bahwa produk Anda sudah memenuhi standar sebelum dilempar ke pasaran.


4. Pilih kanal penjualan

Kini, kanal penjualan lewat online sudah sangat marak dilakukan bagi pelaku bisnis, termasuk hijab. Selain lebih terjangkau dari segi biaya, penjualan secara online juga dinilai mampu menjangkau pasar yang lebih luas, bahkan ke luar negeri.

Hal ini berbeda apabila Anda ingin membangun butik secara fisik, tentu banyak hal yang harus dipertimbangkan, dari mulai lokasi (ruko atau mal), sistem sewa atau beli dan biaya renovasi yang mungkin bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Pastikan saja Anda sesuaikan dengan anggaran yang dimiliki.


5. Strategi pemasaran

Bagaimana dengan strategi pemasaran? Anda tidak perlu terlalu repot lagi membangun brand, dengan hadirnya ritel online, seperti HijUp, Moschaict, dan Hijabenka. Mereka siap mengangkat pamor brand Anda. Apalagi jika Anda masih termasuk pengusaha pemula, tentunya bekerja sama dengan ritel online adalah pilihan tepat. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengenalkan produk Anda melalui para artis atau kerap disebut endorser di sosial media.


6. Menjaga loyalitas

Apbila Anda sudah berhasil menggaet para penggemar hijab menjadi konsumen Anda, tentu hal berikutnya yang harus dilakukan adalah menjaga loyalitas pelanggan. Caranya, tetap menjaga kualitas produk, respon yang cepat, dan memberi reward tertentu bagi pelanggan setia.
 Jadi, apakah Anda sudah siap untuk masuk ke area bsinis hijab yang sedemikian ketat? Dengan penentuan konsep dan persiapan serta rencana yang matang, Anda tidak perlu ragu lagi. Anda hanya perllu keyakinan dalam menjalankan bisnis kerudung jilbab ini.

Tips Memulai Bisnis Hijab Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Iruka Danishwara
Diberdayakan oleh Blogger.